3 Fakta Menarik Tentang Pajak Penghasilan Di Indonesia

3 Fakta Menarik Tentang Pajak Penghasilan Di Indonesia

Memasuki bulan akhir April 2018, mungkin badan dan perusahaan tengah bersiap-siap untuk melakukan pelaporan SPT Tahunan wajib pajak badan yang memang batas waktunya adalah akhir April 2018. Sedangkan untuk wajib pajak pribadi, pelaporan SPT Tahunannya suah berakhir Maret 2018. Sebagai pengusaha apakah Anda telah melaporkan SPT Tahunan Pajak badan maupun perusahaan? Berikut ini fakta-fakta menarik tentang pajak penghasilan yang perlu Anda ketahui:

Apakah Anda Sedang Mencari Kantor Konsultan Pajak Jakarta

PTKP Naik Menjadi Rp.4.5 Juta/Bulan

Pemerintah Indonesia melalui Menteri Keuangan RI telah merilis regulasi tentang Peraturan Menteri Keuangan 101/PMK.010/2016 mengenai PTKP 2016. Untuk tahun 2016, batas PTKP yang terendah yakni untuk siapapun wajib pajak yang tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan merupakan penghasilan bersih dalam setahun Rp. 54 juta atau setara dengan Rp. 4.5 juta/bulannya. Angka tersebut tentunya lebih banyak dari semula yang hanya Rp. 3 juta/bulan untuk PTKP 2015. Maka dari itu, bagi siapa pun wajib pajak yang memiliki gaji di bawah Rp. 4.5 juta tidak dianjurkan untuk membayar pajak dan melaporkan SPT Tahunan.

Pekerja Freelance Wajib Membayar Pajak

Pekerjaan freelance mungkin banyak dianggap remeh bagi orang lain yang bekerja di kantoran, namun bukan berarti jika para freelancer tersebut memiliki gaji yang kecil, bahkan banyak freelancer yang mampu menghasilkan pendapatan lebih dari 10 juta/bulan. Mereka yang bekerja secara freelance dan mendapatkan penghasilan melebihi atau setara dengan Rp. 4.5 juta/bulan dianjurkan untuk membayar dan melaporkan SPT Tahunan.

NPWP Suami Istri Harus Terpisah Sehingga Membayar Pajak Menjadi Mahal

Anda yang sudah menikah, namun tidak memiliki perjanjian pranikah mengenai pemisahan harta serta suami istri yang memiliki NPWP atas namanya sendiri atau terpisah, maka berisiko besar untuk membayarkan pajak penghasilan dengan jumlah yang lebih tinggi, karena pemerintah saat ini tengah menerapkan skema penghitungan pajak secara progresif. Maka dari itu, akan lebih baik lagi bila Anda memiliki NPWP nama kepala keluarga saja/suami, supaya beban pajak yang diberikannya tidak besar, namun bila istri telanjur punya NPWP sebelum kalian menikah maka Anda bisa mengajukan tindakan penghapusan NPWP pada pemerintah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *