Info Pengobatan Terapi Anak Autis di Indonesia

Mengetahui situasi anak-anak penyandang autisme di Indonesia agaknya susah ditebak. Indonesia belum pernah terdapat survei resmi sampai-sampai tidak terdapat data jumlah pasti angka dan perkembangan autisme di Indonesia. Meski di Indonesia belum terdapat data sah terkait jumlah anak dengan situasi autisme, tapi penelitian di sejumlah tempat di dunia sempat menjelaskan telah terjadi penambahan pengidap Anak Autis di Indonesia. Dalam suatu studi yang dilaksanakan pada tahun 2013, diduga penderita autis di dunia sejumlah 21,7 juta. Tentunya hal-hal ini berhubungan dengan pemahaman masyarakat tentang informasi autisme sendiri. Orang tua banyak sekali tidak memahami dan membuka diri ketika anaknya mempunyai gejala-gejala Anak Autis di Indonesia.

Gejala Anak Autis di Indonesia

Gejala anat autisme bisa berupa keterbatasan dalam berbicara, Mengacuhkan lawan bicara atau tidak mau melakukan kontak mata, mengulang kata yang tidak nyambung, Memiliki rutinitas yang pasti tidak suka kalau rutinitasnya berubah, Tidak senang dipeluk dan merasa tidak nyaman ketika bersentuhan

Anak Autis di Indonesia

Anak 2 tahun belum bisa bicara berpotensi Autisme?

Anak dengan autisme ada yang belum dapat bicara saat mencapai umur dua tahun. Tanda yang sangat terlihat bagi penderita mulai nampak saat bayi tidak bercakapan dengan bahasa bayi atau menciptakan bunyi-bunyian. Dalam tahap pertumbuhan anak, seharusnya anak mulai berkata dan berbahasa pada umur 12 bulan. Kata yang tidak jarang diucapkan ialah sebutan orangtua, seperti “ayah” dan “ibu”.

Anak yang punya gangguan bicara juga ingin menggunakan bahasa tubuh dengan ucapan-ucapan atau kalimat. Sejumlah anak yang belum dapat bicara belum pasti mempunyai permasalahan medis serius atau situasi seperti autisme. Mungkin memang anak kurang diajarkan berkomunikasi, sementara pertumbuhan lainnya berlangsung normal.

Anak autisme memerlukan observasi lebih lanjut dan pengecekan secara rutin terhadap anak. Stimulasi yang dibutuhkan ialah stimulasi untuk berkata dan berkomunikasi. Kemudian, perbanyak pun interaksi yang mempunyai sifat dua arah seperti bermain bersama dan bukan memakai gadget. Sehingga keterampilan anak untuk menyerahkan respon secara cepat bisa terlatih. Tugas orang tua ialah memfasilitasi keperluan tersebut secara lebih terarah. Jika dalam masa-masa 3 bulan tidak ada tanda perbaikan pada keterampilan, orangtua disarankan untuk membawa anak untuk berkonsultasi ke psikolog Anak Autis di Indonesia.